Ringkasan Cepat: Seberapa Aman ITI Capital?
ITI Capital bukan broker “anonim” tanpa lisensi: entitas bernama ITI Capital Limited tercatat sebagai perusahaan berstatus teregulasi di Inggris (FCA, FRN 171487) dan grup yang memakai berbagai entitas operasional dan lisensi di beberapa yurisdiksi. Namun data yang kami teliti menunjukkan pola kegagalan operasional dan pengawasan yang serius selama beberapa tahun terakhir-termasuk tindakan pengatur di bawah naungan Guernsey (GFSC) terhadap anak perusahaan grup, pembatasan dan keputusan untuk keluar dari bisnis retail di UK pada 2023, serta pembatasan sukarela terbaru (Juli 2025) yang membuat perusahaan tidak lagi dapat melakukan aktivitas teregulasi.
Kesimpulan singkat bagi pembaca: ITI Capital tidak tampak sebagai “scam” tipikal (skema hit-and-run) karena ada lisensi dan infrastruktur institusional. Namun ada beberapa peringatan kuat: catatan pengawasan dan enforcement, masalah AML/outsourcing, gangguan operasional yang mengakibatkan penundaan atau hilangnya akses dana oleh klien ritel – sehingga risiko bagi trader ritel/retail adalah tinggi. Untuk klien profesional/institusional, keputusan harus berlandaskan due diligence tambahan dan syarat operasional yang ketat; untuk retail, rekomendasi konservatif adalah menjauh sampai isu-isu kunci terselesaikan dan bukti kepatuhan yang kuat tersedia.
Landscape Regulasi: Top-Tier, Mid-Tier, atau Offshore?
Dari data tersedia:
- Financial Conduct Authority (FCA), Inggris – ITI Capital Limited tercantum dan tercatat dengan FRN 171487. FCA adalah regulator “top-tier” dan memberikan kerangka perlindungan yang kuat (mis. aturan CASS untuk dana klien).
- Guernsey Financial Services Commission (GFSC) – tindakan enforcement terhadap ITI Trade Ltd (bagian grup) dan mantan direktur (Mr Alex Phil / Alexei Filatov) menghasilkan denda dan pembatasan pada 2025.
- Grup menyebut memiliki lisensi/custody di Guernsey serta entitas lain dan akses ke banyak bursa; ada pula operasi kelompok yang berakar di Rusia (sister company) dan keterlibatan entitas di beberapa yurisdiksi (Eropa & Asia).
Interpretasi:
- Kehadiran FCA menempatkan ITI pada tingkat regulator “top-tier” dari sisi lisensi formal. Namun kehadiran enforcement GFSC dan pengakuan operasi yang “tersebar” (termasuk fungsi penting yang dijalankan oleh sister company di Rusia) mengurangi nilai proteksi yang biasanya diasosiasikan dengan lisensi tunggal di Inggris. Artinya: regulator top-tier ada, tetapi efektivitas proteksi bergantung pada praktik governance internal dan pengawasan grup yang, menurut bukti, bermasalah.
Perlindungan Dana dan Mekanisme Keamanan Operasional
Klaim perusahaan (dari materi perusahaan):
- ITI menyatakan dana klien dipegang di client money accounts yang terpisah (segregated accounts) sesuai aturan CASS.
- Komunikasi perusahaan pada COVID-19 menegaskan komitmen terhadap perlindungan dana dan business continuity.
- Perusahaan meminta dokumen KYC/AML (KTP, bukti domisili, W-8/W-9 untuk FATCA) dan meminta profesional client evidence untuk klasifikasi profesional.
Implementasi & masalah nyata (berdasarkan data dan keluhan pengguna):
- Meskipun klaim segregated accounts ada di dokumen, sejumlah klien (terutama mantan nasabah SVS yang dipindahkan ke ITI) melaporkan keterlambatan panjang dalam penarikan dana dan transfer aset – beberapa kasus berbulan-bulan. Ini menimbulkan pertanyaan operasional: apakah klaim segregasi diadministrasikan dengan benar; apakah ada hambatan likuiditas atau proses internal yang rusak?
- GFSC menemukan kegagalan sistemik pada entitas grup (ITI Trade) terkait CDD/ECDD dan kurangnya pengetahuan yang memadai tentang klien – ini sangat relevan untuk perlindungan dana karena kegagalan AML yang luas meningkatkan risiko eksposur terhadap sanksi, pembekuan aset, dan proses penelusuran tambahan yang bisa menunda akses klien ke dana.
- Kebijakan produk untuk profesional: disebutkan bahwa negative balance protection tidak tersedia untuk professional clients – penting bagi trader ritel karena produk yang sama mungkin tidak cocok/aman bila dikontraskan dengan proteksi ritel standar.
Catatan praktis:
- "Diklaim adanya segregated accounts" ≠ “tidak ada risiko.” Keandalan proteksi bergantung pada bagaimana akun segregasi dikelola, bank kustodian yang digunakan, laporan reconciliation independen, dan apakah regulator memastikan kepatuhan. Riwayat masalah transfer/withdrawal menunjukkan celah pada praktik operasional.
Reputasi Publik dan Ulasan Pengguna
Tanda-tanda dari review konsumen:
- Trustpilot menunjukkan 328 review dengan skor rata-rata sangat rendah (sekitar 1.3/5 atau TrustScore 1.5 pada snapshot data). Sekitar 75% ulasan bintang 1.
- Pola keluhan berulang:
- Transfer keluar dan penarikan dana yang tertunda (beberapa kasus 4-6 bulan).
- Komunikasi yang buruk: email tak terjawab, telepon tidak terangkai, klaim “silence” dari customer service.
- Masalah khusus: akun klien SVS yang dipindahkan ke ITI – banyak pelanggan sebelumnya SVS melaporkan masalah akses aset setelah transfer.
- Beberapa klien melaporkan bahwa permintaan transfer telah “diselesaikan” menurut ITI, tetapi klien masih belum menerima aset – ada inkonsistensi antara klaim perusahaan dan pengalaman klien.
- Ada juga review positif terfragmentasi (dealer/relationship manager individu dipuji), namun volume dan konsistensi keluhan negatif jelas menonjol.
Konsekuensi reputasi:
- Volume dan kesamaan keluhan (khususnya kasus SVS) mengindikasikan isu struktural bukan hanya insiden terpencil. Ini meningkatkan probabilitas adanya masalah manajemen klien dan/atau proses back-office.
Struktur Perusahaan dan Riwayat Operasi
Garis besar struktur:
- ITI Group / ITI Capital adalah grup multi-entitas dengan kantor di beberapa yurisdiksi (Eropa & Asia). Ada klaim sejarah panjang (disebut kegiatan sejak 1994) dan hubungan dengan investor / pemilik seperti Da Vinci Capital (disebut dalam materi grup).
- ITI Capital Limited (UK) adalah entitas FCA; ITI Trade Ltd di Guernsey adalah entitas lain yang menerima tindakan enforcement oleh GFSC.
- Grup menggunakan model outsourcing: GFSC secara khusus menyoroti bahwa ITI Trade bergantung pada sister company di Rusia yang melakukan onboarding, transaction monitoring, dan relationship management.
Incident/penegakan:
- GFSC enforcement (18 Juli 2025): temuan kegagalan AML/CDD yang luas, pengawasan outsourcing lemah, kegagalan governance, imposisi denda (ITI Trade denda £175,000; Mr Alex Phil denda £35,000 + larangan jabatan untuk sekitar 2 tahun 10 bulan). GFSC menegaskan operasi efektif dilakukan di Rusia sementara tampak beroperasi dari Guernsey – ketidaksesuaian ini melanggar harapan regulator.
- Pengumuman internal/perusahaan: keputusan untuk exit dari bisnis retail di UK pada 30 April 2023; pemberitahuan sukarela kepada klien komersial (10 Juli 2025) bahwa perusahaan menempatkan pembatasan tambahan atas aktivitas teregulasi-tidak akan melakukan aktivitas teregulasi sementara akan menahan dan mengamankan dana yang ada, bekerja dengan FCA untuk pengembalian/transfer aset.
Interpretasi:
- Struktur holding multi-yurisdiksi ditambah operasi outsourcing ke negara dengan standar pengawasan berbeda (Rusia) memperbesar kompleksitas risiko governance, kontrol AML, dan audit trail. Enforcement GFSC memberikan bukti nyata bahwa risiko ini bukanlah hipotetis.
Red Flags yang Perlu Diwaspadai
Berikut daftar red flags, dipilah menjadi tingkat berat/menengah, plus beberapa faktor positif yang masih perlu diperhitungkan.
Red flags berat (high):
- Enforcement GFSC (2025) terhadap ITI Trade: temuan kegagalan AML/CDD yang sistemik dan denda serta sanksi personal manajemen merupakan indikator masalah tata kelola serius.
- Bukti outsourcing fungsi inti (onboarding, transaction monitoring) ke sister company di Rusia – regulator menyatakan pengawasan internal lemah; outsourcing ke yurisdiksi dengan standar lebih rendah meningkatkan risiko kepatuhan dan keamanan dana.
- Pembatasan sukarela dari ITI Capital (Juli 2025): perusahaan tidak dapat melakukan aktivitas teregulasi sementara – ini bisa mengganggu kemampuan klien untuk bertransaksi dan mengindikasikan masalah yang sedang direspon regulator.
- Riwayat keluhan pelanggan luas terkait penundaan penarikan/transfer aset, terutama eks-klien SVS – ini menandakan fragilitas operasional pada proses back-office dan rekonsiliasi.
Red flags menengah:
- Volume ulasan negatif dan pola tidak responsif dari customer service.
- Keputusan untuk keluar dari bisnis retail di UK (April 2023) – walau ini bisa menjadi strategi bisnis, dipadukan dengan keluhan operasional dapat menunjukkan kesulitan menjalankan layanan retail secara memadai.
- Kebutuhan untuk klasifikasi “professional client” dengan persyaratan tinggi (portofolio €500,000) – ini mengurangi proteksi retail dan mengisyaratkan fokus perusahaan ke klien institusional/professional.
Faktor positif / mitigasi:
- Memiliki entitas di bawah regulator top-tier (FCA) memberi landasan kontrol hukum bagi klien; aturan CASS menyediakan proteksi teoretis atas dana klien.
- Perusahaan mengklaim penggunaan segregated accounts dan proses KYC formal (W-8/W-9, CRS).
- Ada bukti bahwa beberapa masalah klien akhirnya diselesaikan dan ada pegawai individu yang dipuji oleh klien – menunjukkan bahwa layanan tidak sepenuhnya hancur.
Verdict Akhir: Untuk Siapa ITI Capital Cocok (dan Tidak Cocok)?
Kesimpulan keamanan praktis:
-
Untuk trader ritel/awam (individu tanpa akses institusional):
- Rekomendasi: Hindari sampai ada perbaikan bukti nyata (audit independen atas client money segregation, transparansi pemulihan proses transfer/withdrawal, dan bukti kepatuhan pasca-enforcement GFSC). Volume keluhan penarikan dan pembatasan regulatori membuat risiko likuiditas dan akses dana terlalu tinggi untuk investor ritel.
- Jika sudah menjadi klien ritel: segera dokumentasikan semua komunikasi, minta bukti tempat penyimpanan dana (nama bank kustodian, statement segregated account bila tersedia), dan pertimbangkan memindahkan dana/portofolio ke broker dengan reputasi operasi back-office lebih baik. Gunakan saluran pengaduan regulator (FCA) dan, jika perlu, Financial Ombudsman Service/ActionFraud sesuai yurisdiksi.
-
Untuk klien profesional/institusional:
- Rekomendasi: Hanya lanjutkan setelah due diligence mendalam termasuk review kontrak custody, SLA, laporan audit pihak ketiga, bukti pemisahan fungsi antara grup dan entitas di negara lain, serta klarifikasi tentang pembatasan operasi saat ini (Juli 2025). Negosiasikan hak transfer aset yang jelas, jaminan bank kustodian independen, dan mekanisme escrow jika diperlukan.
- Hindari menempatkan eksposur material tanpa jaminan kontraktual tentang hak penarikan dan proses rekonsiliasi.
-
Untuk calon mitra/penyedia likuiditas:
- Pertimbangkan eksposur reputasi dan kepatuhan. Enforcement GFSC adalah indikator bahwa kontrak dan hubungan bisnis harus mengandung klausul kepatuhan ketat dan audit rights.
Praktik mitigasi bagi semua pihak:
- Jangan menambah dana baru sampai ada konfirmasi independen dari regulator bahwa isu telah terselesaikan.
- Minta informasi tertulis dan terperinci tentang mekanisme pemisahan dana, bank kustodian, frekuensi rekonsiliasi, dan siapa yang memiliki akses untuk memindahkan dana.
- Simpan bukti komunikasi saat mengajukan withdrawal/transfer (tiket support, nomor referensi, email).
Referensi
Daftar sumber dalam artikel ini disusun dari dokumen publik dan posting konsumen yang tersedia online (termasuk materi kepatuhan/KYC ITI, pengumuman perusahaan tentang exit retail, halaman Trustpilot, dan keputusan enforcement GFSC). URL spesifik akan ditambahkan otomatis pada publikasi.
Referensi
Sumber online yang dirujuk dalam laporan ini:
- https://iticapital.com/institutional/
- https://ie.trustpilot.com/review/iticapital.com?page=4
- https://iticapital.com/iti-group/
- https://ca.trustpilot.com/review/iticapital.com?page=5
- https://www.spencer-west.com/news/gfsc-enforcement-action-iti-trade-ltd-mr-alex-phil/
- http://www.iticapital.in/the_group.php
- https://iticapital.com/
- https://ca.trustpilot.com/review/iticapital.com?page=10
- https://iticapital.com/faq
- https://iticapital.com/required-documents
- https://ia.ca/individuals/investment-products/segregated-funds
- https://forex.wikibit.com/en/brokers/safe/iti-group-3601564966.html