Apakah DRC Aman atau Scam? Ulasan Lengkap untuk Trader Indonesia

Ringkasan singkat: jangan buka akun live atau setor dana ke DRC (drc.ar / drc.com.ar) sampai ada bukti regulasi dan pemisahan dana klien. Data publik yang tersedia menunjukkan ketidakkonsistenan, label “tidak teregulasi / suspicious”, dan adanya keluhan pengguna yang serius. Untuk trader ritel Indonesia: hindari atau – jika sudah deposit – tarik dana secepatnya sambil mengumpulkan bukti transaksi.


Ringkasan Singkat: Jawaban Cepat tentang DRC

  • Nama di situs: DRC (domain drc.ar / drc.com.ar). Kontak yang tertera: +54 11 4317-1000, recepcion@diazriganti.com, alamat Av. L. N. Alem 822 Piso 7º – CABA (Argentina). Perusahaan tercantum: DÍAZ RIGANTI CEREALES SRL.
  • Klaim produk: trading Forex, Indices, Cryptocurrency, Options, Agricultural (unik). Platform: aplikasi proprietary “DRC” (mobile). Tidak ada MT4/MT5 yang didukung.
  • Regulasi: tidak ada lisensi broker/forex terverifikasi. Penilaian WikiFX & sumber pengindeks lain: skor sangat rendah (rating index ~1.56), label “No license / Suspicious regulatory license / High potential risk”. Peringatan eksplisit: “Warning: Low score, please stay away!”
  • Ulasan pengguna: ada minimal 1 laporan exposure yang menyatakan “mereka menarik semua uang saya”. Ada juga satu ulasan netral/positif untuk perdagangan futures/options – tetapi jumlah testimonial publik sangat kecil (2 komentar) dan tidak mengkompensasi risiko regulasi.
  • Kesimpulan cepat: tingkat risiko tinggi. Tidak layak disarankan untuk trader ritel Indonesia.

Kelebihan dan Kekurangan DRC

Kelebihan (klaim oleh DRC / data publik)

  • Menawarkan berbagai instrumen (Forex, Crypto, Indices, Options, Agricultural).
  • Platform mobile proprietary – bila benar, bisa memudahkan akses pengguna seluler.
  • Beroperasi dengan nama perusahaan yang terdaftar (DÍAZ RIGANTI CEREALES SRL – ada jejak pendaftaran perusahaan).

Kekurangan (risiko material)

  • Tidak ada lisensi forex/CFD yang valid. Tidak ditemukan regulator seperti FCA, ASIC, CySEC, DFSA, FSCA, Bappebti/OJK yang mencantumkan DRC sebagai broker teregulasi.
  • Tidak ada bukti pemisahan dana klien (segregated accounts) atau perlindungan investor.
  • Platform tidak standar (tidak mendukung MT4/MT5) – bukan masalah mutlak tapi memberi kesan “silo” teknis ketika disertai tidak adanya regulasi.
  • Ulasan publik sangat sedikit; ada laporan serius “dana saya ditarik/dihilangkan”.
  • Nama perusahaan inti (DÍAZ RIGANTI CEREALES SRL) menunjukkan bisnis utama agribisnis – ada mismatch antara izin usaha perusahaan dan ruang lingkup bisnis broker yang mereka klaim. Risiko “perusahaan lain mengoperasikan platform investasi tanpa otoritas”.
  • Informasi operasional tidak konsisten (tahun pendirian berbeda-beda di berbagai sumber), yang menambah red flag transparansi.

Regulasi dan Keamanan Dana

Data penting:

  • WikiFX / profil aggregator: “No forex trading license found. Warning: Low score, please stay away!” – pengindeks independen ini menempatkan DRC pada kategori risiko tinggi.
  • Perusahaan terdaftar tercantum di Argentina (DÍAZ RIGANTI CEREALES SRL) – nama dan domain menunjukkan basis Argentina, tetapi tidak berarti ada lisensi finansial. Pendaftaran perusahaan lokal ≠ lisensi broker.
  • Tidak ada informasi resmi dari regulator besar (FCA, ASIC, CySEC, BaFin, MAS, OJK, Bappebti) yang menyatakan DRC sebagai entitas teregulasi.

Apa artinya bagi trader Indonesia:

  • Tanpa regulator, tidak ada kewajiban legal untuk memisahkan dana klien, tidak ada skema kompensasi, dan tidak ada mekanisme pengawasan. Jika terjadi gagal bayar atau penipuan, jalur pemulihan dana sangat terbatas dan pro-bono.
  • Pembayaran ke rekening perusahaan yang bukan rekening kustodian/bank klien meningkatkan risiko penyalahgunaan dana (mixing funds).
  • Nama domain / IP (190.183.63.182) dan fakta perusahaan agribisnis memberi indikasi bahwa operasi broker mungkin “sampingan” atau bahkan penampungan, bukan bisnis perantara keuangan yang teregulasi.

Rekomendasi regulasi: pastikan broker teregulasi oleh otoritas terkemuka (mis. FCA / ASIC / CySEC / MFSA / DFSA / MAS). Untuk trader Indonesia, prioritas: broker yang diawasi otoritas top-tier internasional atau ada izin operasional di wilayah yang memiliki mekanisme perlindungan investor.


Tipe Akun dan Profil Trader yang Disasar

Informasi yang tersedia tentang akun DRC:

  • Platform: aplikasi mobile “DRC” (iOS/Android). Tidak ada MT4/MT5.
  • Klaim: berbagai jenis instrumen, leverage/ketentuan tidak dirinci.
  • Biaya: beberapa angka disebutkan untuk pasar tertentu (mis. Future Agro COM.MAXIMA 0.25%, DER.MARKET 0.1%, Equities COM.MAXIMA sampai 2%, RIGHT.MARKET 0.08%) – ini nampak lebih seperti fee marketplace/eksotik, bukan struktur trading Forex retail standar.
  • Pengalaman pengguna terbatas; tidak ada data spread komprehensif, execution speed, slippage, atau likuiditas.

Profil trader yang mungkin disasar:

  • Trader yang mencari platform “mobile-only” tanpa ketergantungan pada MT4/MT5.
  • Pelaku yang tertarik pada instrumen non-standar (agricultural markets, niche derivatives).
  • Namun-karena tidak ada bukti perlindungan atau transparansi-target praktis: trader yang kurang peka terhadap regulasi atau terlokalisir di area tanpa akses mudah ke info regulator.

Rekomendasi: Jika Anda trader ritel Indonesia dan membutuhkan perlindungan, jangan gunakan broker tanpa regulasi. Pilih broker yang mendukung MT4/MT5 atau platform teregulasi lain, yang menyediakan segregated accounts, negative balance protection, dan laporan reguler.


Biaya Trading: Spread, Komisi, dan Charge Tersembunyi

Yang bisa ditarik dari data:

  • Ada klaim beberapa komisi untuk produk khusus (contoh di atas), tetapi tidak ada jadwal spread Forex (EURUSD dsb.) yang transparan.
  • Platform proprietary sering menyembunyikan struktur biaya (mark-up pada spread, komisi penarikan, biaya konversi). Tanpa regulasi, tidak ada jaminan transparansi.

Risiko biaya tersembunyi:

  • Spread melebar saat volatilitas; tanpa audit atau reporting, trader tidak tahu apakah spread mencerminkan pasar atau mark-up broker.
  • Biaya penarikan / biaya administrasi bisa tinggi dan sulit diprediksi – beberapa korban broker offshore melaporkan penolakan penarikan atau potongan besar.
  • Mekanisme rollover/swap tidak didokumentasikan dengan jelas di DRC – padahal swap/overnight charge sering jadi sumber biaya besar.

Praktik aman:

  • Selalu minta pricing snapshot (bid/ask historical) sebelum deposit.
  • Uji dengan deposit sangat kecil (micro test) untuk melihat spread, eksekusi, dan proses penarikan.
  • Hindari transfer besar sebelum verifikasi independen.

Deposit dan Penarikan: Kemudahan vs Risiko

Data publik tidak menjelaskan metode deposit/withdrawal lokal untuk Indonesia – tidak ada daftar gateway pembayaran resmi. Ini berarti:

  • Mungkin ada ketergantungan pada transfer bank internasional, crypto, atau gateway pihak ketiga yang berisiko.
  • Jika hanya tersedia metode transfer bank ke rekening perusahaan Argentina, kemungkinan besar recovery dana sangat sulit bila terjadi masalah.

Langkah mitigasi bila Anda sudah terlanjur deposit:

  1. Catat semua bukti transaksi (screenshot, email, nomor transaksi).
  2. Coba penarikan kecil (withdraw test) untuk mengecek proses dan waktu.
  3. Jika penarikan ditolak atau dipersulit: ajukan chargeback (jika deposit pakai kartu), hubungi bank pengirim untuk penundaan/penyelidikan.
  4. Laporkan ke OJK/Bappebti (Indonesia) dan ke regulator negara tempat broker klaim beroperasi – meski DRC tidak beregulator, laporkan juga ke instansi konsumen lokal dan ke WikiFX / ScamBroker.
  5. Simpan komunikasi – akan berguna untuk laporan polisi atau litigasi.

Platform Trading dan Pengalaman Pengguna

Platform DRC disebut “aplikasi DRC (iOS/Android) – proprietary, mobile only”. Ini bukan kesalahan mutlak, tetapi beberapa catatan investigatif:

  • Tidak adanya MT4/MT5 membatasi interoperabilitas (EA, alat analisis pihak ketiga). Banyak trader profesional mengandalkan MT4/MT5/cTrader.
  • Platform proprietary sering digunakan legitimate brokers juga – tapi kombinasi: proprietary + no-regulation + keluhan pengguna = red flag tinggi.
  • Tidak ada informasi publik tentang execution speed, slippage, requote policy, atau liquidity provider. Itu berarti kita tak punya metrik untuk menilai fairness eksekusi.

Praktik investigatif:

  • Minta demo akses dan rekam eksekusi beberapa market orders, bandingkan ke market quotes independen.
  • Tanyakan siapa liquidity provider mereka; entitas LP bereputasi (bank besar, tier-1 LP) menjadi indikator positif.
  • Cek apakah platform punya audit trail order (ticket ID, timestamps) – broker teregulasi biasanya menyediakan.

Untuk Siapa DRC Cocok (dan Tidak Cocok)?

Cocok untuk:

  • Penjelajah yang mau bereksperimen dengan platform baru – dengan catatan: hanya uang kecil, bukan modal signifikan; dan mereka siap menerima risiko tinggi.

Tidak cocok untuk:

  • Trader ritel yang menginginkan perlindungan hukum/­regulatori.
  • Mereka yang butuh bukti transparansi (segregated funds, audit, lisensi).
  • Trader yang melakukan modal besar atau memakai leverage tinggi-risiko kehilangan modal tak bisa dipulihkan.

Putusan Akhir: Apakah DRC Layak Dipercaya?

Berdasarkan data publik yang tersedia (profil WikiFX rendah, label “No license”, mismatch nama perusahaan agribisnis, laporan pengguna negatif, tidak ada bukti segregated funds, platform proprietary tanpa bukti liquidity provider atau audit), putusan redaksi:

  • DRC saat ini TIDAK LAYAK dipercaya untuk aktivitas trading Forex/CFD oleh trader ritel Indonesia.
  • Saran tegas: Jangan setor dana besar. Jika Anda sudah klien: tarik dana segera, lakukan withdrawal test, kumpulkan bukti, dan laporkan jika terjadi masalah.
  • Pilihan aman: gunakan broker yang teregulasi oleh otoritas terkenal (FCA/ASIC/CySEC/ASIC/DFSA/MAS) dan yang menyediakan segregated client accounts, negative balance protection, serta rekam jejak audit.

Alternatif broker yang sudah dibandingkan di publik (sumber BrokerChooser/dokumen yang disertakan): Capital.com, Fusion Markets, MultiBank, FP Markets, AvaTrade, XM, Trade Nation, Hantec Markets, Markets.com, HYCM. Mereka muncul di daftar “top brokers” pada analisis yang tersedia – Anda harus tetap memeriksa apakah mereka menerima klien Indonesia dan kondisi lokal (deposit/penarikan).


Langkah cepat untuk trader Indonesia (checklist tindakan)

  1. Jika belum daftar: jangan daftar.
  2. Jika sudah daftar tapi belum deposit: batalkan proses dan hapus data.
  3. Jika sudah deposit: lakukan withdrawal kecil untuk uji coba. Jika disulitkan, laporkan: bank pengirim, OJK/Bappebti, polisi siber (cybercrime), dan aggregator seperti WikiFX.
  4. Ganti ke broker teregulasi untuk trading selanjutnya.
  5. Simpan semua bukti komunikasi, kontrak, dan screenshot.

Referensi

Daftar sumber online utama yang digunakan untuk menyusun ulasan ini: profil broker DRC pada agregator (WikiFX / WikiBit), halaman perusahaan (drc.ar / diazriganti.com.ar WHOIS/IP), ringkasan pasar dan peringkat BrokerChooser/BrokerChooser toplist, dokumentasi platform dan praktik pasar (artikel perbandingan platform: Match-Trade, Brokeree, T4Trade dan lain-lain), serta contoh kasus keluhan pengguna yang dipublikasikan. URL spesifik dan screenshot referensi tersedia pada arsip data yang dianalisis redaksi.

Referensi

Sumber online yang dirujuk dalam ulasan ini:

Previous Article

Apakah GFC Aman atau Scam? Ulasan Investigatif untuk Trader Indonesia

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe to our Newsletter

Subscribe to our email newsletter to get the latest posts delivered right to your email.
Pure inspiration, zero spam ✨