Apakah TIGER BROKERS Aman atau Scam? Ulasan Lengkap untuk Trader Indonesia

Ringkasan: jawaban singkat

  • Tiger Brokers bukan “scam” dalam arti penipuan kolektif – ini adalah grup fintech terdaftar dan tercatat di bursa (UP Fintech / TIGR) dengan entitas yang berlisensi di beberapa yurisdiksi utama (MAS di Singapura, entitas-AS terdaftar di SEC/FINRA/SIPC, entitas-AU dengan AFSL, serta pendaftaran/registrasi di NZ dan HK).
  • Namun ada perhatian nyata: struktur grup lintas-entitas kompleks, perbedaan tingkat perlindungan klien antar negara, ulasan pengguna yang konsisten mengeluhkan layanan (delay deposit/withdrawal, KYC bermasalah, eksekusi order), dan promosi/insentif yang kadang menimbulkan sengketa.
  • Rekomendasi singkat untuk trader Indonesia: layak dipertimbangkan bila Anda berpengalaman, paham risiko pasar dan siap menguji platform dengan modal kecil. Jika Anda utamakan dukungan lokal, perlindungan regulator Indonesia, atau ingin layanan ultra-cepat untuk day-trading berisiko tinggi, ada alasan kuat untuk mencari alternatif.

Kelebihan dan Kekurangan TIGER BROKERS

Kelebihan (fakta berdasar data)

  • Biaya kompetitif: margin fee/komisi untuk US/HK/SG/AU sering berada di level rendah dibanding pesaing ritel. Contoh: komisi US mulai dari ~USD 0.005-0.01/lembar (min. ~USD0.99/order) tergantung promosi/entitas. SG/HK/A-shares komisi persen kecil (0.03-0.06% sejumlah produk). (Lihat bagian Biaya lebih jauh.)
  • Akses pasar luas: US (NYSE/NASDAQ), HKEX, SGX, ASX, China A-shares via Stock Connect, futures/options beragam.
  • Platform proprietary kuat: Tiger Trade (desktop & mobile) punya charting lanjutan, trading 24/5 untuk banyak saham AS, fractional shares, dan fitur otomatisasi (auto-invest, TigerAI).
  • Akun multi-mata uang, demo account, dan proses registrasi cepat (KYC dengan verifikasi wajah/AI ketika tersedia).

Kekurangan / Red flags

  • Pengalaman pengguna (UX) dan layanan klien: banyak keluhan konsisten di Trustpilot dan forum – skor Trustpilot entitas Singapura rendah (~1.8/5 dengan banyak review negatif); complain utama: penundaan deposit/withdrawal, KYC yang menyulitkan, live chat bot, telepon tak terjawab, order tidak tereksekusi atau terisi parsial.
  • Struktur grup kompleks: entitas berbeda (TIGER Brokers Singapore, Tiger Brokers AU, Tiger Brokers NZ, US Tiger Securities, TradeUP, Wealthn dll.) berarti perlindungan nasabah bergantung pada entitas yang Anda pilih saat akun dibuka.
  • Regulasi lokal: untuk trader Indonesia tidak ada entitas Tiger yang berlisensi OJK; perlindungan seperti LPS/SCCP/OTC lokal tidak berlaku. Selain itu beberapa entitas di NZ tercatat tetapi “tidak berlisensi” aktif menurut standar setempat-artinya perlindungan berbeda.
  • Produk berisiko tinggi tersedia (options, futures, CBBCs, margin) – cocok untuk profesional, berbahaya untuk pemula tanpa manajemen risiko ketat.
  • Promosi intens, tetapi beberapa ulasan mengklaim promosi/kupon tidak berjalan sebagaimana diiklankan – selalu baca T&Cs.

Regulasi dan Keamanan Dana

Yang penting dipahami:

  • Tiger Brokers adalah bagian dari grup yang terdaftar di NASDAQ (UP Fintech Holding Limited – ticker TIGR). Itu meningkatkan transparansi korporasi publik (laporan SEC dll.) tetapi bukan jaminan perlindungan investor di Indonesia.
  • Lisensi & registrasi yang tercantum dalam sumber:
    • Tiger Brokers (Singapore) Pte. Ltd. – Capital Markets Services Licence (MAS). Entitas ini beroperasi di Singapura dan tunduk pada persyaratan MAS.
    • US Tiger Securities, Inc. – terdaftar dengan SEC / FINRA; anggota SIPC (perlindungan aset sekuritas hingga batas SIPC untuk klien AS).
    • Tiger Brokers (AU) – tercatat dengan ASIC / AFSL (nomor lisensi berbeda nampak pada materi publik; pembaca disarankan verifikasi nomor lisensi entitas Australia yang relevan).
    • Tiger Brokers (NZ) / Tiger Fintech (NZ) – terdaftar di Financial Service Providers Register; beberapa pernyataan menyebut tidak “berlisensi” di NZ dalam arti yang sama dengan entitas berlisensi penuh-artinya status pengawasan berbeda.
    • Tiger Brokers (HK) Global Limited – berlisensi SFC (jenis-jenis lisensi tercantum).
  • Segregasi dana: perusahaan menyatakan klien dana disimpan di akun kustodian terpisah, dengan DBS disebut sebagai salah satu bank kustodian untuk entitas Singapura. Mereka mengklaim rekonsiliasi harian dan audit eksternal berkala. Juga tercantum sertifikasi ISO27001/27701 untuk informasi security & privacy (klaim perusahaan).
  • Catatan kritis: perlindungan praktis tergantung entitas. Contohnya, SIPC bermanfaat bila Anda terdaftar di entitas AS dan memenuhi syarat; pelanggan entitas Singapura/AS/NZ akan memiliki jenjang perlindungan berbeda. Untuk trader Indonesia, jika membuka di entitas Singapura, cakupan hukum/penegakan ada di yurisdiksi Singapura – bukan OJK.

Tipe Akun dan Profil Trader yang Disasar

  • Akun Prime (single integrated account): Dasar untuk semua pasar/pasar global, tersedia versi Cash dan Margin. Mata uang akun multi: USD, HKD, SGD, AUD, CNH. Minimum deposit: sering tercantum $0 / S$1 tergantung entitas/promosi.
  • Cash Account: cocok investor non-margin (no leverage).
  • Margin Account: leverage intraday hingga 4x, overnight sampai 2x (bervariasi per saham). Diperlukan untuk options/futures. Risiko likuidasi harus dipahami.
  • Paper/demo account: tersedia (USD 100k virtual pada beberapa entitas) – sangat disarankan untuk uji platform.
  • Target pengguna: dari investor aktif dengan kecenderungan ke pasar AS/Asia hingga trader berpengalaman yang membutuhkan fitur lanjutan. Tidak direkomendasikan untuk novice absolut yang butuh bimbingan menyeluruh – edukasi di platform relatif terbatas.

Biaya Trading: Spread, Komisi, dan Charge Tersembunyi

  • Struktur biaya cukup transparan tapi berlapis: “commission” + “platform fee” + biaya pasar/penyelesaian/levy (exchange/regulator) + GST/pajak lokal (jika berlaku).
  • Contoh angka (mengambil nilai dari dokumen publik; periksa entitas yang Anda pilih karena ada variasi):
    • US Stocks/ETFs: komisi per share USD 0.005-0.01; minimum USD ~0.99/order; platform fee per share serupa atau min USD1/order; settlement fee/passage fee tambahan (USD0.003/share) plus FINRA/SEC fees pada saat sell.
    • HK Stocks: komisi ~0.03% trade value + platform fee 0.03% (min HKD7-8/order) + stamp duty 0.1% (pemerintah HK).
    • SG Stocks: komisi ~0.03% trade value + platform fee 0.03% (min SGD0.99 + SGD1 platform) + SGX trading/clearing fees.
    • China A-shares: komisi mulai CNH7/order + handling/settlement fees.
    • Options: US options ~USD0.95/contract (min order charge); tiered/fixed plans tersedia.
    • Futures/Forex: komisi + platform fee (disebutkan mis. USD1.99 + platform fee USD1 pada beberapa pasar).
  • Biaya deposit/withdrawal: Tiger mengklaim “Tiger fee: Free” untuk sebagian besar, tetapi channel bank/intermediary dapat mengenakan biaya. Untuk penarikan ke IDR, dokumen menyebut: Tiger memproses withdrawal USD lalu auto-convert ke mata uang lokal; biaya channel untuk Indonesia berkisar 0.3-0.65% tergantung jumlah/negara (per dokumen). Selalu periksa fee negara spesifik.
  • Perhatian: promosi “bebas komisi” sering terbatas (mis. sejumlah trade gratis pertama atau syarat deposit tertentu) – baca T&C.

Deposit dan Penarikan: Kemudahan vs Risiko

  • Metode deposit umum: bank transfer, Wise, DDA, FAST/PayNow (tergantung entitas). PayNow/FAST relevan untuk pengguna Singapura; Wise/telegraphic transfer untuk internasional. Minimal funding kadang S$1 untuk promosi, tapi proses KYC/pengecekan dapat menunda.
  • Waktu: klaim Tiger – banyak deposit via DDA/DBS instan; bank transfer 1-3 hari kerja. Namun ulasan pengguna menunjukkan banyak kasus di mana deposit membutuhkan berminggu-minggu, ditahan untuk “review compliance”, atau ditolak/refund memakan waktu 2-8 minggu (tergantung channel).
  • Withdrawal: dokumen resmi: proses in-house 1 hari kerja, sebagian dalam 30 menit, maksimum 2 business days (tapi bergantung bank penerima/intermediary). Praktik pasar menunjukkan perbedaan: banyak pengguna melaporkan penundaan, status “awaiting review”, atau kegagalan transfer karena masalah verifikasi bank (bank harus sama nama dengan akun Tiger).
  • Aturan penting: hanya rekening bank atas nama pemilik akun yang boleh dipakai – tidak boleh joint account, pihak ketiga, PayLah/GrabPay, dsb. Jika transfer pihak ketiga terjadi, refund berpotensi memakan waktu lama dan biaya akan ditanggung klien.
  • Saran mitigasi: selalu gunakan transfer bank atas nama Anda sendiri, isi “payment reference/comment” yang diberikan Tiger (mempercepat matching), simpan bukti transfer, dan mulai dengan deposit kecil untuk menguji alur.

Platform Trading dan Pengalaman Pengguna

  • Tiger Trade (mobile & desktop): fitur lengkap – advanced charting, indikator >50, level II data, pre/post market trading untuk AS, fractional shares, IPO access, auto-invest, TigerAI (chatbot/assistant). Antarmuka banyak fitur tapi menurut beberapa pengguna “terlalu ramai” dan kadang membingungkan.
  • Execution / reliabilitas: beberapa review mengeluhkan eksekusi order (pre-market order tidak terisi, order parsial, “jump” pada entry/exit menyebabkan P&L berbeda). Perusahaan menyatakan infrastruktur mampu menangani 10k+ query/sec dan memiliki automated failover.
  • Customer support: tersedia 24/5 chat/telepon yang diklaim. Namun statistik Trustpilot: respon terhadap ulasan negatif hanya ~30% dan sering lambat; banyak aduan soal chatbot yang tidak membantu dan waktu tunggu telepon yang lama.
  • Security: 2FA (Tiger Token), ISO27001/27701 klaim terakreditasi, segregasi dana. Namun verifikasi identitas menggunakan AI/face recognition dapat menyebabkan kegagalan akun yang dilaporkan sejumlah nasabah – proses KYC bisa menolak akun tanpa penjelasan memadai dalam beberapa kasus.

Untuk Siapa TIGER BROKERS Cocok (dan Tidak Cocok)?

Cocok untuk:

  • Trader Indonesia yang sudah berpengalaman, paham pasar AS/HK/SG/AU, membutuhkan akses pasar global, dan mencari biaya trading rendah.
  • Investor pasif yang ingin akses ETF/US stocks dengan biaya kompetitif dan tidak mengharapkan layanan support lokal.
  • Pengguna yang nyaman mengelola akun lintas mata uang, memahami risiko konversi, dan siap membaca T&C.

Tidak cocok untuk:

  • Pemula mutlak yang butuh edukasi intensif dan pelayanan lokal berbahasa Indonesia.
  • Trader day-trading yang sangat peka pada eksekusi dan membutuhkan garansi eksekusi/dukungan telepon lokal cepat.
  • Mereka yang butuh perlindungan regulasi OJK atau jaminan deposit lokal – Tiger tidak beroperasi dibawah otoritas Indonesia.

Putusan Akhir: Apakah TIGER BROKERS Layak Dipercaya?

Tiger Brokers adalah pemain fintech global nyata – bukan penipu amatir. Mereka menawarkan produk dan biaya kompetitif, teknologi maju, dan lisensi di yurisdiksi penting. Namun “layak dipercaya” bukanlah label hitam-putih: untuk trader Indonesia keputusan harus mempertimbangkan aspek berikut:

  • Jika Anda paham yurisdiksi yang Anda pilih saat buka akun (SG/US/AU/NZ) dan menerima batas-batas proteksi hukum yang mengikuti entitas tersebut, serta siap mengelola risiko operasional (delay KYC, penarikan), Tiger Brokers layak dipertimbangkan.
  • Jika Anda mengutamakan pelayanan lokal, kepastian penanganan sengketa domestik, atau membutuhkan proteksi regulator Indonesia, sebaiknya pertimbangkan broker lokal atau entitas global lain yang menyediakan dukungan lokal dan/atau perlindungan hukum lebih kuat.

Rekomendasi praktis sebelum buka akun (checklist singkat)

  1. Verifikasi entitas: pastikan Anda membuka akun pada entitas mana (Tiger Brokers Singapore / AU / NZ / US) – perlindungan dan biaya bisa berbeda.
  2. Baca fee schedule dan T&C untuk entitas yang Anda pilih (komisi + platform fee + biaya exchange/regulator).
  3. Mulai dengan demo account lalu deposit kecil (uji deposit/withdrawal/konversi, catat waktu proses).
  4. Gunakan transfer bank atas nama sendiri, sertakan payment reference yang disediakan, simpan bukti.
  5. Aktifkan 2FA dan download statement/konfirmasi email untuk semua transaksi.
  6. Hindari margin/options jika belum mengerti risikonya; baca margin interest rules.
  7. Simpan screenshot/rekaman chat jika ada masalah – bukti ini berguna ketika ajukan dispute.

Referensi
Daftar di bawah adalah sumber online yang digunakan untuk menyusun ulasan ini; URL akan ditambahkan otomatis.

(catatan: ulasan ini dirangkum dari materi publik resmi Tiger Brokers (web entitas SG/AU/NZ/US), perbandingan biaya/promo di MoneySmart/MoneyHub/Investing.com, dokumentasi help center Tiger (deposit/withdrawal/fees/account types), dan kumpulan ulasan pengguna di Trustpilot serta sumber berita terkait listing NASDAQ UP Fintech/TIGR. Pembaca disarankan memverifikasi informasi terbaru langsung pada situs Tiger Brokers untuk entitas yang relevan sebelum membuat keputusan finansial.)

Referensi

Sumber online yang dirujuk dalam ulasan ini:

Previous Article

Apakah StoneX Aman atau Scam? Laporan Keamanan Menyeluruh

Next Article

Apakah PHOENIX MARKETS Aman atau Scam? Ulasan Lengkap untuk Trader Indonesia

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe to our Newsletter

Subscribe to our email newsletter to get the latest posts delivered right to your email.
Pure inspiration, zero spam ✨