Apakah Arqaam Aman atau Scam? Laporan Keamanan Menyeluruh

Penulis: Tim Investigasi Keamanan Broker
Tanggal: 2025-12-01

Catatan singkat: Laporan ini mengkaji Arqaam (Arqaam Capital dan entitas terkait) sebagai penyedia jasa keuangan/investment bank yang namanya juga kadang dipakai untuk layanan online. Fokus utama: regulasi & lisensi, perlindungan dana, struktur operasi, reputasi publik dan pola komplain, serta red-flags bagi trader ritel/CFD/forex. Saya menggunakan dokumen regulator (DFSA), putusan Financial Markets Tribunal, profil perusahaan (PitchBook/LinkedIn), dan kumpulan review/peringatan publik sebagai sumber.


Ringkasan Cepat: Seberapa Aman Arqaam?

Arqaam Capital adalah grup jasa keuangan yang berdiri sejak 2007 dan berevolusi menjadi investment bank/asset manager yang beroperasi di kawasan MENA (headquarter di DIFC, Dubai; ada entitas di Cayman, anak perusahaan dan cabang di Mesir dan negara lain). Dari sisi “entitas institusional”, bukti menunjukkan Arqaam adalah perusahaan nyata – ada profil PitchBook/LinkedIn, catatan deal/investment banking, dan sejumlah entitas lokal yang tercatat serta beberapa lisensi regional (mis. entitas di Mesir terdaftar di EFRA; pemberitahuan CMA Saudi 2025 menunjukkan aktivitas institusional).

Namun – dan ini sangat penting – ada beberapa faktor serius yang menurunkan tingkat kepercayaan untuk penggunaan layanan trading ritel (forex/CFD) secara langsung. Dua pola utama muncul: (1) peringatan regulator tentang pihak yang memalsukan nama Arqaam untuk melakukan penipuan (DFSA alert tentang website palsu), dan (2) riwayat kepengurusan dan gugatan regulator terkait praktik akuntansi (DFSA membawa perkara terhadap Arqaam Capital Limited di FMT, terkait perlakuan akuntansi “artworks” pada 2009). Selain itu ada banyak review online yang menyinggung masalah penarikan dan klaim regulasi yang kabur.

Kesimpulan praktis: Arqaam sebagai grup institusi – “ADA” dan “nyata” – tetapi bukan rekomendasi otomatis untuk trader ritel yang mencari broker forex/CFD. Untuk trader ritel: tingkat risiko = SEDANG-TINGGI – hindari jika entitas yang menawarkan akun ritel tidak jelas status lisensinya. Untuk investor institusi/korporasi: memungkinkan, setelah due diligence mendalam (verifikasi entitas, audited financials, perjanjian kustodian, rekam jejak transaksi institusional).


Landscape Regulasi: Top-Tier, Mid-Tier, atau Offshore?

Dari data yang tersedia:

  • Arqaam Capital Limited terdaftar dan beroperasi di DIFC, Dubai (terdokumentasi dalam keputusan Financial Markets Tribunal dan dokumen pengadilan). Arqaam pernah memiliki Category 2 licence di DIFC (dokumen FMT menyebut pendaftaran sejak 2007).
  • Ada anak-entitas yang teregistrasi di Mesir (Arqaam Egypt Holding, Arqaam Capital Investment Banking, Arqaam Securities Egypt) dan dilaporkan mendapat lisensi dari Egyptian Financial Regulatory Authority (EFRA) untuk custody, brokerage, investment banking di Mesir (sumber: dokumen regulator Mesir pada profil entitas).
  • Ada pengumuman regulator Saudi (Capital Market Authority) tentang Arqaam Capital Financial Company yang menyelesaikan persyaratan untuk memulai aktivitas pada 2025 – artinya ada perluasan/aktivitas korporat yang legit ke Saudi (2025).
  • DFSA (Dubai Financial Services Authority) adalah regulator penting di cerita ini: DFSA pernah melakukan penyelidikan terhadap Arqaam (kasus FMT berkepanjangan 2011-2012 berkaitan dengan laporan keuangan 2009); terpisah, DFSA mengeluarkan peringatan konsumen (2025) tentang penipuan yang MENIMPA nama Arqaam, yakni ada situs palsu (arqaam-c1.com dan arqaam.clientarea.pro) yang mengatasnamakan Arqaam dan mengklaim otorisasi DFSA.

Penilaian regulasi:

  • Untuk entitas institusional (Arqaam Capital Limited di DIFC, Arqaam Egypt, dll.): MID-TIER / regional teregulasi. Ada otoritas lokal (DFSA/EFRA/CMA) yang berhubungan – tapi bukan regulator ritel global top-tier (mis. FCA, ASIC, NFA) yang sering menjadi tolok ukur “aman” untuk broker forex ritel.
  • Penting: ada perbedaan besar antara “Arqaam Group / investment bank yang teregulasi” dan “situs web/entitas online yang memakai nama Arqaam dan mengklaim lisensi”. DFSA menegaskan: ada penipu yang IMPERSONATE (memalsukan) nama Arqaam dan DFSA – ini bukan bukti regulasi yang lemah, tetapi bukti bahwa merek Arqaam sering disalahgunakan oleh scam.

Rekomendasi verifikasi regulator (harus dilakukan sebelum mendaftar):

  1. Cek DFSA Public Register: apakah entitas yang menawari layanan ritel muncul persis dengan nama, nomor lisensi, dan alamat yang sama?
  2. Jika entitas menyatakan lisensi Mesir/Egypt, cek EFRA public register.
  3. Untuk klaim “terdaftar di Saudi” periksa CMA Saudi (caveat: pengumuman 2025 ada, pastikan entitas dan izin yang dimaksud).
  4. HATI-HATI jika entitas mengklaim “regulasi” tetapi meminta transfer via WhatsApp/sosial media – itu indikator scam.

Perlindungan Dana dan Struktur Operasional

Data yang tersedia tidak menunjukkan bukti kuat bahwa Arqaam menawarkan akun ritel forex/CFD dengan perlindungan dana ritel standar (mis. segregated client accounts di bank tier-1 yang diaudit, atau skema kompensasi ritel). Yang tampak dari sumber resmi lebih berupa kegiatan investment banking, custody services, dan layanan institusional.

Hal-hal yang perlu dicari dan verifikasi untuk memastikan perlindungan dana:

  • Entitas legal yang menawarkan akun ritel: Nama persis, nomor registrasi, dan nomor lisensi regulator terkait (DFSA, atau regulator ritel setempat); jangan hanya percaya logo di laman web.
  • Apakah dana klien ditempatkan di rekening khusus (segregated client accounts) di bank kustodian yang independen? Siapa bank kustodian? (Perusahaan institusional biasanya sebut Standard Chartered, HSBC, Citi, dll – verifikasi kontrak kustodian).
  • Perjanjian tertulis tentang “Client Money” (aturan custodial, withdrawal process, waktu pemrosesan). Harus ada SLA (service level agreement) yang jelas.
  • Apakah ada proteksi asuransi pihak ketiga untuk akun ritel (bukan common, tetapi beberapa broker besar punya fitur tambahan)?
  • Mekanisme withdrawal: transparansi biaya, batasan, maks. waktu, verifikasi ID. Banyak keluhan ritel muncul karena permintaan bayar via e-wallet/WhatsApp dan akun yang tidak dapat diverifikasi.
  • Audit eksternal: apakah laporan audit keuangan tahunan tersedia untuk publik (audited financial statements)? Untuk firm institusional, audit independen adalah indikator positif; tidak adanya audit publik adalah red flag.
  • KEBIJAKAN KEAMANAN SISTEM: apakah platform trading (jika memang ada) mendapatkan pengecekan keamanan independen? Apakah ada penjelasan tentang model eksekusi (market maker vs STP vs ECN) dan konflik kepentingan?

Temuan dari sumber:

  • Tidak ada bukti publik kuat bahwa Arqaam menjalankan platform retail forex/CFD yang teregulasi di yurisdiksi ritel besar (UK/AUS/US). Aktivitas yang terdokumentasi adalah investment banking, custody, asset management, sekuritisasi dll – artinya profil “institusional” lebih kuat daripada “broker ritel”.
  • DFSA memperingatkan adanya situs penipuan yang menggunakan nama Arqaam dan mengklaim otorisasi. Peringatan DFSA menitikberatkan bahwa Arqaam sendiri TIDAK meminta investasi via WhatsApp/social media/unverified links – ini mengindikasikan modus fraud umum yang memakai nama besar.

Praktik Aman (checklist untuk trader):

  1. Satu entitas = satu lisensi: minta nomor lisensi spesifik dan cocokkan di register resmi.
  2. Bank penerima dana: pastikan transfer ke rekening atas nama entitas yang persis terdaftar; waspadai nominee/akun pihak ketiga.
  3. Struktur akun: mintalah bukti that client funds are segregated and custodied.
  4. Audit & Financials: mintalah laporan keuangan audited paling sedikit 1-2 tahun terakhir.
  5. Withdrawal test: lakukan uji kecil (micro deposit) sebelum deposit besar; catat TAT (turnaround time) penarikan.
  6. Tidak via Whatsapp / Telegram: Arqaam menyatakan tidak meminta pembayaran melalui WhatsApp/social media – jika ada permintaan seperti itu, itu RED FLAG.
  7. Domain & WHOIS: cek domain, tanggal pendaftaran, grad registrant; situs baru/privat WHOIS sering dipakai scam.

Reputasi Publik dan Pola Komplain

Ringkasan pattern publik:

  • DFSA (2025): Peringatan keras terhadap website palsu (arqaam-c1.com, arqaam.clientarea.pro) yang mengaku berafiliasi dengan Arqaam Capital Limited; modus menawarkan otorisasi DFSA palsu, meminta dana via kanal tidak resmi. DFSA mengimbau publik jangan kirim uang dan verifikasi kontak resmi di situs Arqaam Group. Ini adalah indikator impersonation scams yang sering menyerang merek institusional.
  • Kasus 2011-2012: DFSA memulai penyelidikan dan membawa perkara ke Financial Markets Tribunal (FMT) terhadap Arqaam Capital Limited dan auditor eksternalnya (E&Y) sehubungan dengan treatment akuntansi atas transaksi “artworks” dan kemungkinan pelanggaran IFRS/Regulatory Law. FMT mendokumentasikan perdebatan hukum/akuntansi besar (pengakuan gain, cash flow mismatch, disclosure) dan DFSA mengejar deklarasi pelanggaran, denda, dan pernyataan restatement. Ini menunjukkan adanya isu tata kelola/akuntansi yang diproses secara formal oleh regulator – tidak identik dengan “penipuan trading”, tetapi menurunkan skor kredibilitas corporate governance.
  • Review broker/forex consumer sites (Wikibit, forum): ada banyak klaim pengguna yang menuduh “withdrawal problems”, “vague regulation claims”, dan pengalaman buruk dengan layanan customer support. Kualitas bukti di forum tetap bervariasi – beberapa adalah akun anonim yang mungkin berlebih; tetapi volume dan pola klaim (withdrawal delays, high non-trading fees) konsisten dengan modus pada banyak broker abu-abu yang menggunakan brand names.
  • PitchBook / LinkedIn / Pitch-style profiles: menunjukkan kegiatan nyata di investment banking dan track record deals (ECM/Underwriting/Advisory) – ini mendukung eksistensi korporat nyata, terutama di ranah institusional.

Kesimpulan reputasi publik:

  • Kombinasi fakta: (A) eksistensi institusional yang nyata; (B) masalah regulator terkait akuntansi historis; (C) peringatan DFSA soal impersonation; (D) banyak pengaduan publik mengenai kasus penarikan pada situs broker yang memakai nama serupa – berarti investor ritel harus ekstra hati-hati. Reputasi untuk klien institusi masih lebih baik dibanding untuk ritel.

Struktur Perusahaan dan Rekam Jejak Operasi

Fakta struktural terverifikasi:

  • Didirikan: 2007; HQ: Index Tower, DIFC, Dubai. Entitas grup termasuk Arqaam Capital Limited (DIFC), Arqaam Cayman (holding), Arqaam Egypt entities (custody, securities, investment banking) – beberapa entitas teregulasi di yurisdiksi lokal (EFRA di Mesir). Ada jangkauan region MENA, sejumlah kantor di negara-negara regional.
  • Lini Bisnis: Investment banking (ECM, DCM), brokerage on regional markets, asset management, custody, institutional sales & trading, alternatives. PitchBook/Company profile menyebutkan ~175 karyawan. Ada deal history (underwriting, advisory) – menandakan aktivitas institusional yang nyata.
  • Litigasi & Regulatory History: DFSA enforcement & proceedings (2011-2012): investigasi terkait audit 2009 dan transaksi “artworks” (perolehan dan repurchase dengan laporan gain yang dipertanyakan). FMT hearing terperinci; DFSA mencari denda dan restatement; E&Y terlibat sebagai auditor dan pihak tergugat. Putusan FMT berisi temuan prosedural dan perintah tentang disclosure – ini menandakan masalah tata kelola historis, bukan sekadar rumor.
  • Impersonation/Scam: DFSA (20 Jun 2025) memperingatkan publik tentang situs palsu yang mengaku diotorisasi DFSA dan Arqaam Capital, meminta dana melalui kanal tidak resmi. DFSA menegaskan Arqaam tidak akan meminta investasi via WhatsApp/social media/unverified links.
  • Lisensi regional: data menunjukkan entitas Arqaam di Mesir teregulasi oleh EFRA (custody, brokerage); pengumuman CMA Saudi (2025) menunjukkan pemberian lisensi untuk “managing investments” ke sebuah entitas Arqaam Capital Financial Company-ini merupakan langkah signifikan dalam legitimasi lokal/regional.
  • Situs dan profil: Arqaam memiliki situs resmi dan profil korporat aktif; namun ada sejumlah situs domain lain yang meniru brand.

Interpretasi:

  • Arqaam = grup institusional yang bereputasi di ranah investment banking regional.
  • Ada masalah tata kelola historis yang dimediasi/diadili oleh regulator; reputasi corporate governance perlu dipantau.
  • Tidak sama dengan rekomendasi otomatis untuk menjadi broker forex ritel: tidak ada bukti kuat bahwa Arqaam menjalankan platform ritel terlisensi di yurisdiksi ritel utama (FCA/ASIC/NFA). Jika ada penawaran retail yang mengaku “Arqaam Broker”, itu harus diverifikasi entitas persisnya.

Red Flags yang Perlu Diwaspadai

Berikut ringkasan red flags menurut tingkat kedaruratan plus beberapa faktor mitigasi yang ditemukan di sumber:

Red Flags Berat (High)

  • Impersonation scams & fake websites – DFSA (Jun 2025) langsung menerbitkan alert: ada situs palsu (arqaam-c1.com / arqaam.clientarea.pro) yang memanfaatkan nama Arqaam dan klaim DFSA. Modus meminta dana via WhatsApp/social media/unverified links. (Mitigasi: verifikasi domain, cek DFSA public register, jangan kirim uang ke rekening yang tidak cocok.)
  • Tidak jelasnya entitas pemberi layanan ritel – brand “Arqaam” dipakai oleh beberapa entitas; jika Anda bertemu “Arqaam broker”, periksa entitas legal persisnya, nomor lisensi, dan negara penerbit lisensi. Banyak penipuan memanfaatkan “brand” yang valid.
  • Pengaduan BANYAK tentang penarikan di situs yang menggunakan nama serupa – pola (withdrawal delays, biaya tersembunyi) muncul di forum; pola yang berulang patut dicurigai.

Red Flags Menengah (Medium)

  • Riwayat penyelidikan DFSA terhadap Arqaam Capital Limited (FMT) – kasus akuntansi 2009 (artworks) berujung pada proses hukum dan perdebatan besar antara DFSA, Arqaam, dan auditor (E&Y). Itu menunjukkan masalah tata kelola/akuntansi di level korporat institusional. Bukan bukti scam retail, tapi menurunkan trust korporat.
  • Kurangnya bukti perlindungan dana ritel pada entitas yang menawarkan akun trading – tidak ada dokumentasi publik tentang segregated client accounts untuk retail, garansi skema kompensasi perorangan, atau lisensi ritel di regulator besar (FCA/ASIC/NFA).

Faktor Positif (mitigating)

  • Arqaam adalah grup nyata dan aktif: struktur korporat, sejarah deal/investment banking, kantor DIFC, lisensi regional EFRA (Mesir), CMA Saudi 2025 – ini bukan “shell” tanpa jejak.
  • Audited deals / track record corporate: PitchBook dan profil perusahaan menunjukkan underwriting, ECM/Advisory deal history – indikator aktivitas institusional nyata.

Verdict Akhir: Untuk Siapa Arqaam Cocok (dan Tidak Cocok)?

Ringkasan penilaian:

  • Untuk trader ritel yang mencari broker forex/CFD: Tidak direkomendasikan kecuali Anda dapat membuktikan, secara tertulis dan publik, bahwa entitas yang menawari akun ritel (a) adalah Arqaam Capital Limited (atau entitas lain) dengan nomor lisensi regulator yang VALID, (b) diatur spesifik untuk retail trading di regulator top (mis. FCA/ASIC/NFA/DFSA retail permission), (c) menyediakan bukti segregation of client funds di bank kustodian independen, (d) memiliki audited financials dan kontrak layanan yang jelas. Tanpa semua itu, risiko penipuan / penarikan tertahan / domain palsu sangat tinggi.
  • Untuk investor institusional (asset managers, corporate, PE/VC, pemodal strategis): Layak dipertimbangkan dengan due diligence menyeluruh. Arqaam memiliki rekam jejak investment banking, custody, dan layanan institusional di kawasan MENA. Namun verifikasi kondisi tata kelola (terutama pembelajaran dari kasus FMT-perihal praktek akuntansi) harus menjadi bagian dari audit vendor/investee.

Praktik karena Anda mempertimbangkan memakai layanan yang memakai nama Arqaam:

  • Jika sebuah situs/akun mengaku “Arqaam broker” lakukan hal berikut sebelum transfer dana:
    1. Minta identitas entitas (nama persis, nomor registrasi perusahaan, nomor lisensi).
    2. Periksa public register: DFSA public register (DIFC), EFRA (Egypt), CMA (Saudi), atau regulator lokal lain.
    3. Periksa situs resmi Arqaam Group (domain corporate) dan padankan kontak; hati-hati bila situs berbeda (non-DIFC domain, baru, WHOIS private).
    4. Jangan transfer lewat WhatsApp / Telegram / Western Union – DFSA menegaskan Arqaam tidak minta investasi lewat jalur seperti itu.
    5. Verifikasi rekening bank: apakah bank kustodian terdaftar dan nama rekening cocok; minta dokumen bank resmi.
    6. Minta audited financials & custodian agreement dan cek apakah keuangan dipublikasikan untuk entitas yang Anda kontrak.
    7. Lakukan deposit uji kecil, cermati waktu penarikan; simpan semua komunikasi dan bukti.
    8. Laporkan ke regulator: jika Anda curiga, laporkan ke DFSA atau regulator lokal dan minta verifikasi.
    9. Kontrak jelas: minta perjanjian tertulis (dalam bahasa hukum) yang menegaskan hak-hak Anda, biaya, dan mekanisme settlement.
    10. Pertimbangkan arbitraase / hukum: jika jumlah besar, sepakati mekanisme dispute resolution dan yurisdiksi sebelum menempatkan dana.

Skor risiko (untuk ritel):

  • Risiko legal/regulator: Sedang (karena ada entitas terdaftar/legit)
  • Risiko perlindungan dana ritel: Tinggi (tidak ada bukti proteksi khas ritel; banyak situs impersonasi)
  • Risiko reputasi / tata kelola: Sedang (kasus DFSA/FMT menunjukkan isu tata kelola-akuntansi historis)
  • Rekomendasi akhir: BERISIKO SEDANG-TINGGI untuk trader ritel; potensial layak untuk investor institusional setelapis-pendeteksian.

Referensi

Daftar sumber utama yang digunakan untuk laporan ini diambil dari dokumen regulator (DFSA alerts & Financial Markets Tribunal), profil perusahaan (PitchBook, LinkedIn), serta review online dan peringatan konsumen. (URL lengkap dan lampiran dokumen referensi akan ditambahkan otomatis pada publikasi final.)

Referensi

Sumber online yang dirujuk dalam laporan ini:

Previous Article

Apakah DTT VAN LTD Aman atau Scam? Laporan Keamanan Menyeluruh

Next Article

Apakah WK Aman atau Scam? Laporan Keamanan Menyeluruh

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *